Konsultan ACCURATE

ACCURATE Accounting Software adalah salah satu software akuntansi yang paling banyak digunakan oleh perusahaan di Indonesia. Software ini sangat mudah digunakan dan dapat diimplementasikan ke berbagai perusahaan seperti perusahaan dagang, jasa, kontraktor, perkebunan, pertambangan, nirlaba, koperasi hingga perusahaan manufaktur. Namun, dapat penerapannya sendiri, perusahaan perlu memiliki partner dari konsultan ACCURATE. Mengapa?

Konsultan ACCURATE adalah pribadi atau badan usaha yang memang memahami penggunaan ACCURATE dan bagaimana penerapannya di perusahaan. Dengan adanya partner konsultan ACCURATE, maka perusahaan dapat lebih mudah memaksimalkan penggunaan ACCURATE Accounting Software ini dengan semua module dan fungsinya berjalan dengan baik di perusahaan. Konsultan ACCURATE dapat memberikan solusi untuk setiap permasalahan seperti:

1. Training penggunaan module dan fitur-fitur di ACCURATE
Konsultan ACCURATE dapat mengajarkan penggunaan setiap module dan fitur di ACCURATE ke user-user yang menggunakannya. Kadangkala, banyak user yang belajar sendiri yang dapat menyebabkan salah input atau salah letak penginputan di module yang ada. Dengan adanya konsultan ACCURATE, maka setiap user dapat diajarkan cara benarnya menginput transaksi.

2. Memaksimalkan setiap module dan fitur di ACCURATE
Anda dapat mendiskusikan penggunaan setiap module dan fitur di ACCURATE agar dapat digunakan oleh seluruh bagian di perusahaan. Sehingga dengan adanya satu sistem, perusahaan dapat mencatat setiap data transaksi akunting dan operasionalnya di ACCURATE Accounting Software.

3. Controlling secara sistem agar dapat sesuai dengan SOP perusahaan
Salah satu permasalahan yang sering terjadi di lapangan adalah apa yang dikerjakan oleh user di sistem terkadang tidak sesuai dengan SOP perusahaan karena adanya perbedaan sudut pandang baik dari sisi sistem dan sisi SOP perusahaan. Oleh karena itu, kami dapat membantu perusahaan dalam menyamakan persepsi dari sistem dan SOP perusahaan

4. Konsultasi mengenai perkembangan sistem yang lebih lanjut
Kehadiran partner bisnis dari konsultan ACCURATE dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan penggunaan ACCURATE yang ada di perusahaan agar dapat digunakan untuk mengefisienkan kerja setiap user. Konsultan ACCURATE pun dapat membantu untuk setiap diskusi tanya jawab mengenai penerapan sistem yang ada.

Apakah Anda membutuhkan konsultan ACCURATE untuk membantu setiap permasalahan pembukuan, sistem da penerapannya di perusahaan? Hubungi kami segera.

Kami adalah konsultan penjualan resmi untuk ACCURATE Accounting Software dan software ERP untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makasar sd. Jayapura. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email info@akuntanesia.net atau telp 081995302077, kami siap membantu Anda dalam setiap permasalahan pembukuan perusahaan Anda. Demikianlah informasi mengenai Konsultan ACCURATE.

Menghitung Persediaan Metode Periodik dan Perpetual

Dalam istilah akuntansi PSAK di Indonesia, kita mengenal 2 metode dalam menghitung persedian barang dagangan. 2 metode itu adalah Metode Periodik dan Perpetual. Masing-masing metode memiliki karakteristik tersendiri dalam menghitung nilai persediaan yang ada di gudang, ada perbedaan menghitung persediaan metode periodik dan perpetual. Apa saja itu?
Metode periodik dan perpetual ini sebetulnya sama-sama mengfungsi untuk menghitung nilai persediaan dari suatu barang yang ada di gudang di perusahaan. Perbedaannya terdapat pada cara menghitung HPP barang tersebut, yang mana metode Periodik tidak mencatat HPP saat transaksi penjualan. Sedangkan metode Perpetual melakukan pencatatan aktivitas keluar masuk persediaan dan HPP ketika transaksi penjualan.
Dari 2 metode yang ada, metode persediaan dengan periodik dan perpetual sama-sama memiliki keunggulan,
  • Periodik, pencatatan hanya dilakukan saat pembelian, pencatatan HPP dilakukan nanti di akhir periode yang ditentukan (bulanan, triwulan, semester atau tahunan) perusahan, sehingga lebih cepat dan ringkas dalam membukukan Penjualan.
  • Perpetual, kita bisa mengatahui posisi nilai persediaan kapan saja, karena selalu di bukukan/dijurnal setiap ada aktivitas keluar masuk.
Berikut ini contoh kasus untuk menghitung persediaan metode periodik dan perpetual:
  • Persediaan awal 50.000.000
  • 02.01.2014 Dibeli persediaan barang dagang 100 pcs, @ 1.000.000, tunai.
  • 10.01.2014 Dibeli persediaan barang dagang 100 pcs, @ 1.000.000, tunai
  • 12.01.2014 Penjualan 20 pcs @ 1.200.000, kredit
  • 15.01.2014 Penjualan 30 pcs @ 1.200.000, kredit
Metode Periodik:
02.01.2014
Persediaan[D] 100.000.000
Kas/bank[K] 100.000.000

10.01.2014

Persediaan[D] 100.000.000
Kas/bank[K] 100.000.000

12.01.2014
Piutang usaha[D] 24.000.000
Penjualan[K] 24.000.000

15.01.2014

Piutang usaha[D] 36.000.000
Penjualan[K] 36.000.000

Pada akhir periode (misal akhir bulan) dilakukan perhitungan fisik persediaan, atas perhitungan fisik tersebut didapatkan saldo akhir 200.000.000, maka penyesuaian HPP-nya adalah:

= Saldo akhir – Pembelian + Saldo awall
= 200.000.000 – 200.000.000 + 50.000.000
= 50.000.000
Jurnal penyesuaian:
31.01.2014
HPP[D] 50.000.000
Persediaan[K] 50.000.000

Metode Perpetual
02.01.2014

Persediaan[D] 100.000.000
Kas/bank[K] 100.000.000

10.01.2014

Persediaan[D] 100.000.000
Kas/bank[K] 100.000.000
12.01.2014
Piutang usaha[D] 24.000.000
Penjualan[K] 24.000.000
HPP[D] 20.000.000
Persediaan[K] 20.000.000
15.01.2014
Piutang usaha[D] 36.000.000
Penjualan[K] 36.000.000
HPP[D] 30.000.000
Persediaan[K] 30.000.000

Tidak diperlukan jurnal penyesuaian untuk HPP maupun Persediaan karena sudah dicatat sekaligus saat terjadi penjualan. Dengan kondisi diatas saldo awal 50.000.000 maka saldo akhir persediaan di buku besar sudah pasti sebesar 200.000.000 (saldo awal + pembelian – penjualan).

Sudah menggunakan sistem akuntansi untuk memudahkan dapat menginput data dan transaksi keuangan? Konsultasikan dengan kami software akuntansi apa yang cocok untuk perusahaan Anda. Kami dapat mempresentasikan software akuntansi yang cocok untuk perusahaan Anda.

Kami adalah konsultan penjualan dan implementasi untuk software akuntansi, software ERP, software payroll/HRIS untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makasar sd. Jayapura. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email info@akuntanesia.net atau telp 081995302077, kami siap membantu Anda dalam setiap permasalahan pembukuan perusahaan Anda. Demikianlah informasi mengenai menghitung persediaan metode periodik dan perpetual.

Jasa Maintenance ACCURATE Accounting Software

Apakah Anda sudah lama menggunakan ACCURATE? Pernahkah Anda berpikir apakah penggunaan ACCURATE di kantor Anda sudah berjalan dengan maksimal? Atau mungkin menggunakan ACCURATE itu hanya untuk input jurnal-jurnal saja? Banyak pengguna ACCURATE yang kenyataan di lapangannya menggunakan ACCURATE hanya untuk akuntingnya saja. Padahal banyak fungsi dan benefit lebih yang dapat diakomodir oleh ACCURATE untuk bagian lain selain akunting di perusahaan. Oleh karena itu, kami dapat memberikan jasa maintenance ACCURATE Accounting Software untuk memaksimalkan penggunaan ACCURATE.

ACCURATE memang paling banyak digunakan oleh bagian akunting untuk menginput transaksi dan membuat laporan keuangan. Namun, sebenarnya ACCURATE juga dapat digunakan untuk beberapa bagian di perusahaan seperti bagian purchasing, marketing, inventory atau warehousing dan juga bagian petty cash. Pekerjaan di setiap bagian tersebut dapat dilakukan di ACCURATE dan dapat terintegrasi dengan bagian keuangan atau bagian akunting. Misalnya saja, bagian gudang dapat melakukan penginputan keluar masuk barang, cek stok, produksi barang dll di ACCURATE. Laporan-laporan yang dibutuhkan oleh bagian gudang pun dapat dimodifikasi di ACCURATE agar dapat disajikan seperti laporan yang dibuat secara manual.

Namun, kembali lagi kembali kepada SDM yang menggunakan ACCURATE dan bagian-bagian apa saja yang terkait, penggunaan ACCURATE tersebut tidaklah maksimal. Ibarat kata, menggunakan ACCURATE itu hanya 60% dari keseluruhan fungsi dan benefit yang ada di ACCURATE. Padahal, ACCURATE sendiri dapat membantu perusahaan hingga 90% dari pekerjaan administrasi yang ada. Oleh karena itu, kami ingin membantu perusahaan untuk optimasi penggunaan ACCURATE dan membantu dapat memaksimalkan setiap fungsi dan module-module yang ada di ACCURATE.

Pengalaman kami di lapangan membuat kami menyadari bahwa kami dapat membantu perusahaan untuk dapat memaksimalkan penggunaan ACCURATE. Setiap perusahaan tentunya memiliki sistem kerja yang berbeda. Oleh karena itu, dari sistem kerja yang berbeda-beda itulah pengunaan ACCURATE harus dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kami menyediakan jasa untuk pelatihan, implementasi, konsultasi dan jasa maintenance ACCURATE Accounting Software di perusahaan Anda. Benefit apa yang Anda dapatkan jika mengambil jasa maintenance ACCURATE Accounting Software dari kami?

  1. Penggunaan ACCURATE dapat sesuai dengan module-module yang ada
  2. Setiap bagian yang berkaitan dengan akunting/finance dapat melakukan pekerjaan mereka di ACCURATE
  3. Laporan-laporan yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan laporan manual yang ada
  4. Setiap fungsi di ACCURATE dapat digunakan secara maksimal
  5. Adanya controlling terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan agar tidak salah input
  6. Perusahaan dapat mengekspansi ACCURATE agar tidak hanya berfungsi sebagai software akuntansi namun juga sebagai software pendukung pekerjaan yang lainnya
  7. Premium support dari tim yang berpengalaman yang siap membantu
  8. Menghemat waktu dan tenaga untuk sekedar belajar cara menggunakan ACCURATE secara otodidak
  9. Alur penginputan di ACCURATE dapat dibuat sesuai dengan SOP perusahaan
  10. Adanya garansi bahwa investasi software yang digunakan berjalan dengan maksimal

Untuk jasa maintenance ACCURATE Accounting Software ini, kami dapat adakan kunjungan secara berkala ke kantor Anda untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar dan maksimal. Dapatkan paket maintenance ACCURATE yang terbaik, terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami kembali.

Kami adalah konsultan penjualan resmi untuk ACCURATE Accounting Software dan software ERP untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makasar sd. Jayapura. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email info@akuntanesia.net atau telp 081995302077, kami siap membantu Anda dalam setiap permasalahan pembukuan perusahaan Anda. Demikianlah informasi mengenai jasa maintenance ACCURATE Accounting Software.

Software Akuntansi Laporan Keuangan

Bagian dari perusahaan yang paling penting adalah laporan keuangan. Dengan adanya laporan keuangan maka perusahaan mengetahui berapa laba rugi yang didapatkan dalam satu periode, nilai aset, hutang, modal dan juga arus kas perusahaan. Didalam menghasilkan sebuah laporan keuangan, ada banyak tahap yang perlu diinput atau diproses. Namun, saat ini jika perusahaan tidak mau repot-repot didalam membuat laporan keuangan, perusahaan dapat menggunakan software akuntansi laporan keuangan. Apa saja yang dapat dilakukan oleh software dibandingkan jika masih membuatkan laporan keuangan secara manual?

Laporan keuangan sendiri merupakan sebuah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

  • Neraca
  • Laporan laba rugi komprehensif
  • Laporan perubahan ekuitas
  • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
  • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

Dari beberapa unsur yang ada di laporan keuangan, yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Untuk dapat menghasilkan atau membuat laporan keuangan seperti neraca dan laba rugi, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan. Pertama-tama, kita perlu menyusun neraca saldo. Neraca saldo merupakan suatu daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debit atau kredit. Penyusunan ini lakukan setelah semua jurnal sudah dicatat ke dalam masing-masing pos akun nya di buku besar. Penyusunan ini dilakukan sebelum adanya ayat jurnal penyesuaian, oleh karena itu disebut Neraca Saldo sebelum Penyesuaian.

Kedua, kita perlu mengumpulkan semua data yang diperlukan dalam pembuatan jurnal penyesuaian. Jika ada transaksi yang belum dicatat dan belum sesuai dengan keadaan sebenarnya di akhir periode, maka data tersebut dikumpulkan untuk dibuatkan jurnal penyesuaian. Setelah membuat jurnal penyesuaian, kita akan memindahkan data-data tersebut ke Neraca Lajur (worksheet). Kemudian, saldo yang sudah disesuaikan akan nampak pada kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan rugi laba.

Setelah itu, kita dapat membuat laporan keuangan yang terdiri dari laporan rugi laba, neraca serta laporan keuangan lainnya. Neraca lajur yang sudah sesuai dapat secara langsung menghasilkan laporan keuangan yang diperlukan. Kita tinggal mengambil data dari neraca lajur untuk diubah bentuknya agar lebih mudah dibaca dan dianalisa sehingga dapat dihasilkan neraca, laba rugi dan yang lainnya.

Prosesnya tidak berhenti disitu saja, namun kita juga perlu menyesuaikan dan menutup beberapa pos akun. Setelah pos-pos akun di dalam buku besar telah sesuai, maka berikutnya adalah membuat jurnal penutupan untuk menutup akun-akun yang berada di laporan laba rugi dan juga menyusun Neraca Saldo setelah Penutupan untuk mengecek keseimbangan debit dan kredit akun yang masih tersisa.

Dari beberapa tahap yang kita lakukan untuk membuat laporan keuangan, hal itu dapat memakan waktu yang cukup lama. Apalagi jika ada nilai yang tidak sesuai atau tidak seimbang. Oleh karena itu, biasanya perusahaan sudah menggunakan software akuntansi laporan keuangan. Dengan adanya software akuntansi, maka bagian akunting atau keuangan tidak perlu melakukan beberapa tahap diatas. User hanya perlu menginput transaksi sesuai dengan module yang sudah ada. Nantinya sistem sendiri yang akan menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan.

EASY Accounting adalah software akuntansi laporan keuangan perusahaan. Software akuntansi Indonesia ini merupakan software akuntansi full module mulai dari modul Pembelian, Penjualan, Persediaan, Kas Bank, Buku Besar hingga ke laporan keuangan. EASY Accounting dapat memudahkan pekerjaan Anda dan menghemat pekerjaan administrasi hingga 70%. Dengan adanya sistem ini pun, kita dapat lebih mudah dapat mengontrol setiap transaksi baik itu transaksi yang masuk maupun yang keluar.

Berikut ini beberapa tampilan dari EASY Accounting:

This slideshow requires JavaScript.

Untuk lebih jelasnya mengenai EASY Accounting ini, Anda dapat menghubungi kami. Kami dapat mempresentasikan software ini ke kantor Anda. Kami berikan juga support berupa telp, email, chatting dan Team Viewer jika ada kendala atau permasalahn. Semua support dari kami Free dan Lifetime. Informasi yang lebih lengkap mengenai EASY Accounting, Anda dapat membaca selengkapnya di website KAMI di EASY 5.

Kami adalah konsultan penjualan resmi untuk EASY Accounting untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makasar sd. Jayapura. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email info@akuntanesia.net atau telp 081995302077, kami siap membantu Anda dalam setiap permasalahan pembukuan perusahaan Anda. Demikianlah informasi untuk software akuntansi laporan keuangan.

Aturan Tarif PPH Final UMKM 0,5 Persen

Aturan Tarif PPH Final UMKM 0,5 Persen

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo meluncurkan Aturan Tarif PPH Final UMKM 0,5 Persen yang baru. Dengan adanya peraturan ini, tentu saja menjadi kabar gembira bagi wajib pajak yang memiliki usaha. Apalagi bagi UMKM, penurunan tarif pajak cukup berpengaruh pada laba bersih setelah pajak yang mereka terima.

Peraturan ini menjadi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak (WP) yang Memiliki Peredaran Bruto (Omzet) Tertentu. Dengan adanya Peraturan Pemerintah yang baru ini, maka itu menggantikan Tarif PPh final 1 persen yang sebelumnya tertuang dalam PP Nomor 46 Tahun 2013.

Ada beberapa poin penting dari aturan ini yang menjadi ketentuan yang harus diikuti oleh para Wajib Pajak.

  1. Poin pertama adalah pihak yang dikenakan peraturan ini adalah WP Orang Pribadi dan Badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer, firma, atau perseroan terbatas.
  2. Kriteria WP yang dikenakan PP 23/2018 ini adalah mereka dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun.
  3. PP ini juga mengatur ketentuan tarif PPh final 0,5 persen memiliki jangka waktu pengenaan, yakni 7 tahun bagi WP Orang Pribadi; 4 tahun bagi WP Badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer, dan firma; serta 3 tahun untuk perseroan terbatas.

Adapun kriteria WP yang dikenakan PP 23/2018 ini adalah mereka yang hitungan omzetnya adalah omzet per bulan. Jika dalam proses yang terjadi omzet WP melebihi Rp 4,8 miliar, maka tarif yang sama 0,5 persen tetap dikenakan sampai dengan akhir tahun pajak WP tersebut selesai. PP 23/2018 ini yang ditetapkan pada 8 Juni 2018 lalu akan berlaku mulai 1 Juli 2018. Berlakunya PP 23/2018 sekaligus mencabut seluruh ketentuan dari aturan yang lama, PP 46/2013.

Prioritas dari pemerintah untuk menetapkan Aturan Tarif PPH Final UMKM 0,5 Persen ini untuk mengembangkan dunia usaha sekaligus mempermudah WP menunaikan kewajiban perpajakannya. Penurunan tarif dari 1 persen menjadi 0,5 persen diyakini mengurangi beban pajak sehingga pelaku usaha bisa meningkatkan kemampuan ekonomi mereka untuk mengembangkan usahanya masing-masing. Oleh karena itu, para wajib pajak pun tidak perlu kuatir akan pajak yang perlu dibayarkan dari omzet mereka.

Demikianlah informasi mengenai Aturan Tarif PPH Final UMKM 0,5 Persen. Apakah perusahaan Anda sudah menggunakan software akuntansi yang dapat mencatat semua transaksi pembukuan? Apakah usaha Anda sudah autopilot dengan adanya sistem? Jika belum, hubungi kami segera.

Kami adalah konsultan software ERP dan software akuntansi, software payroll/HR dan juga web design untuk berbagai perusahaan di Indonesia. Kami melayani pelanggan untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Batam, Padang, Jambi, Medan, Bengkulu, Palembang, Bangka Belitung, Riau, Jakarta Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Lombok, Manado, Makassar sampai dengan Papua. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email ke info@akuntanesia.net atau telp ke 081995302077 dengan tim kami yang siap membantu Anda.

Sumber : Kompas.com

Metode Perhitungan Gaji Sesuai Pajak

Untuk menghitung pajak karyawan, perusahaan perlu mengikuti peraturan yang berlaku. Tapi tahukah Anda peraturan yang mana yang harus diikuti? Apa saja metode perhitungan gaji sesuai pajak agar kita mendapatkan data pajak yang valid sesuai peraturan pemerintah? Jika kita tidak menghitung gaji sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku, biasa saja kita akan salah hitung. Apalagi jika karyawan di perusahaan ada sampai ribuan, tentunya pekerjaan tersebut dapat menjadi lebih lama dan tidak efektif.

Peraturan mengenai perhitungan pajak sudah diatur di Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 tentang Pajak Penghasilan Pasal 21, yang menjelaskan bahwa PPH 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran dalam bentuk apapun terkait pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh subyek pajak dalam negeri. Ada 3 metode perhitungan gaji sesuai pajak pph 21 2018 yang paling umum, yaitu:

Metode Gross (Gaji kotor yang pajaknya ditanggung oleh karyawan)
Metode gross ini mengartikan bahwa gaji yang didapatkan karyawan akan dipotong pajak pph 21. Ini berarti gaji bruto atau kotor pegawai tersebut belum dipotong PPh Pasal 21. Jadi, THP (take home pay) yang akan didapatkan oleh karyawan adalah gaji yang nantinya setelah dipotong pajak oleh perusahaan. Pegawai atau karyawan yang menanggung pajak tersebut.
Misalnya:
Budi, seorang laki-laki yang belum menikah (TK/0) menerima gaji sebulan sebesar Rp 10.000.000,-, maka:
Gaji pokok : Rp 10.000.000,-
PPh 21 (yang ditanggung sendiri) : Rp 220.883,-
Gaji bersih (take home pay) : Rp 9.779.167,-

Metode Gross-Up (Gaji Bersih dengan Tunjangan Pajak yang diberikan oleh perusahaan)
Dengan metode gross-up ini karyawan akan diberikan tunjangan tambahan yaitu tunjangan pajak (gajinya dinaikkan terlebih dahulu) sebelum nantinya akan dipotong untuk pajak. Artinya gaji yang didapatkan oleh karyawan tetap adalah gaji THP, namun dari slip gajinya, gaji karyawan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan yang diterima.
Misalnya:
Budi, seorang laki-laki yang belum menikah(TK/0) menerima gaji sebulan sebesar Rp 10.000.000,-, maka:
Gaji pokok : Rp 10.000.000,-
Tunjangan pajak (dari perusahaan) : Rp 259.796,-
Total gaji bruto : 10.259.796,-
Nilai PPh 21 (yang dibayarkan perusahaan) : Rp 259.796,-
Gaji bersih (take home pay) : Rp 10.000.000,-

Metode Net (Gaji Bersih yang pajaknya ditanggung oleh perusahaan)
Berbeda dengan metode gross up, metode net ini diterapkan dengan karyawan atau pegawai akan mendapatkan gaji bersih dengan pajaknya ditanggung oleh perusahaan. Dalam artinya bahwa di slip gaji akan sesuai dengan gaji yang diterima oleh karyawan, karena pajaknya akan dibayarkan oleh perusahaan.
Misalnya:
Budi, seorang laki-laki yang belum menikah (TK/0) menerima gaji sebulan sebesar Rp 10.000.000,-, maka:
Gaji pokok : Rp 10.000.000,-
Total gaji bruto : Rp 10.000.000,-
Pajak yang ditanggung perusahaan : Rp 220.883,-
Nilai PPh 21 (yang dibayarkan perusahaan) : Rp 220.883,-
Gaji bersih (take home pay) : Rp 10.000.000,-

Demikianlah penjelasan mengenai metode perhitungan gaji sesuai pajak 2018. Di kantor Anda sudah menggunakan sistem untuk menghitung pajak secara otomatis? Jika belum, kami memiliki solusinya. Daripada repot menghitung gaji, pajak, lembur dll. Kami dapat mempresentasikan produk software payroll/HRIS ke kantor Anda, FREE.

Kami adalah konsultan software ERP dan software akuntansi, software payroll/HRIS dan juga web design untuk berbagai perusahaan di Indonesia. Kami melayani pelanggan untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Batam, Padang, Jambi, Medan, Bengkulu, Palembang, Bangka Belitung, Riau, Jakarta Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Lombok, Manado, Makassar sampai dengan Papua. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email ke info@akuntanesia.net atau telp ke 081995302077 dengan tim kami yang siap membantu Anda. Demikianlah informasi mengenai metode perhitungan gaji sesuai pajak PPH 21.

Pekerjaan Dengan Gaji Tertinggi hingga Terendah 2018

Gaji merupakan alasan utama seseorang mencari kerja atau bekerja. Dengan gaji yang baik, maka karyawan dapat lebih termotivasi dan bersemangat dalam bekerja. Gaji juga menjadi alasan banyak karyawan yang berpindah kantor atau bahkan berganti profesi. Lalu, apa saja pekerjaan dengan gaji tertinggi hingga terendah 2018?

Baru-baru ini di Bulan Februari 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis rata-rata upah atau gaji yang didapatkan oleh karyawan dari berbagai profesi dan karyawan laki-laki dan perempuan. Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS, gaji rata-rata laki-laki sebesar Rp 2,91 juta dan perempuan Rp 2,21 juta per bulan. Jika digabungkan menjadi Rp 2,65 juta per bulan dan menjadi rata-rata nasional. Ada 17 kategori lapangan pekerjaan utama yang dicatat oleh BPS, data tersebut mencatat dari gaji yang paling besar sampai yang paling rendah.

Berikut ini daftar kategori pekerjaan dengan gaji tertinggi hingga terendah 2018:

  1. Untuk pekerjaan dengan gaji tertinggi adalah di kategori jasa keuangan dan asuransi yang rata-ratanya Rp 4,13 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 4,21 juta per bulan dan perempuan sebesar Rp 3,99 juta per bulan.
  2. Berikutnya ada kategori pertambangan dan penggilingan yang rata-ratanya sebesar Rp 4,13 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 4,17 juta per bulan dan perempuan Rp 3,43 juta per bulan.
  3. Selanjutnya ada kategori informasi dan komunikasi rata-ratanya sebesar Rp 4.06 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 4,10 juta per bulan dan perempuan Rp 3,97 juta per bulan.
  4. Dan kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosialwajib di posisi keempat dengan rata-ratanya sebesar Rp 3,81 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 4,04 juta dan perempuan Rp 3,23 juta per bulan.
  5. Di posisi kelima ada kategori pengadaan listrik dan gas rata-ratanya Rp 3,42 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 3,42 juta per bulan dan perempuan Rp 3,39 juta per bulan.
  6. Untuk gaji karyawan kategori transportasi dan pergudangan gaji buruh perempuan sebesar Rp 3,80 juta per bulan dan laki-laki sebesar Rp 3,12 juta per bulan. Rata-rata nasionalnya sebesar Rp 3,17 juta.
  7. Sementara itu, di kategori jasa perusahaan rata-ratanya Rp 3,13 juta per bulan. Gaji karyawan aki-laki sebesar Rp 3,22 juta per bulan dan perempuan Rp 2,80 juta per bulan.
  8. Gaji karyawan di kategori real estate yang didapatkan oleh karyawan perempuan sebesar Rp 3,21 juta per bulan dan laki-laki sebesar Rp 3,04 juta per bulan. Rata-rata nasional sebesar Rp 3,07 juta per bulan.
  9. Gaji karyawan yang menengah ada di kategori jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang rata-ratanya Rp 2,97 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 3,25 juta per bulan dan perempuan Rp 2,84 juta per bulan.
  10. Profesi di kategori pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang rata-ratanya Rp 2,89 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 3,30 juta per bulan dan perempuan Rp 1,54 juta per bulan.
  11. Jika bekerja di jasa pendidikan, maka gaji yang akan didapatkan rata-ratanya Rp 2,71 juta per bulan. Untuk laki-laki sebesar Rp 3,01 juta per bulan dan perempuan Rp 2,51 juta per bulan.
  12. Di kategori jasa konstruksi gaji yang akan didapatkan oleh perempuan rata-ratanya sebesar Rp 2,91 juta dan laki-laki sebesar Rp 2,62 juta dengan rata-rata nasional Rp 2,63 juta per bulan.
  13. Kategori industri pengolahan akan memberikan gaji yang rata-ratanya Rp 2,48 juta per bulan. Untuk gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 2,77 juta per bulan dan perempuan Rp 1,98 juta per bulan.
  14. Kategori perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor mendapatkan gaji rata-ratanya Rp 2,16 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 2,29 juta per bulan dan perempuan Rp 1,90 juta per bulan.
  15. Dan untuk kategori penyediaan akomodasi dan makan minum rata-ratanya Rp 2,10 juta per bulan. Gaji karyawan laki-laki sebesar Rp 2,43 juta per bulan dan perempuan Rp 1,68 juta per bulan.
  16. Gaji karyawan terendah yang ada di kategori yang spesifik adalah pertanian, kehutanan dan perikanan yang rata-ratanya Rp 1,76 juta per bulan. Gaji yang diterima laki-laki sebesar Rp 1,92 juta per bulan dan perempuan Rp 1,17 juta per bulan.
  17. Gaji karyawan yang paling rendah adalah yang ada di kategori jasa lainnya yang rata-ratanya Rp 1,44 juta per bulan. Gaji untuk laki-laki sebesar Rp 2,00 juta per bulan dan perempuan Rp 1,16 juta per bulan.

Demikianlah daftar pekerjaan dengan gaji tertinggi dan terendah 2018 yang dirilis oleh BPS. Ayo, berapa gajimu di kantor?

Apakah di kantormu sedang mencari software ERP atau software payroll / HRIS? Kami memiliki solusinya. Hubungi kami segera. Kami dapat mempresentasikannya ke kantor Anda.

Kami adalah konsultan software ERP dan software akuntansi, software payroll/HRIS dan juga web design untuk berbagai perusahaan di Indonesia. Kami melayani pelanggan untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Batam, Padang, Jambi, Medan, Bengkulu, Palembang, Bangka Belitung, Riau, Jakarta Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Lombok, Manado, Makassar sampai dengan Papua. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email ke info@akuntanesia.net atau telp ke 081995302077 dengan tim kami yang siap membantu Anda. Demikianlah daftar pekerjaan dengan gaji tertinggi dan terendah 2018.

Menghitung Bonus Tahunan Karyawan

Bagaimana cara menghitung bonus tahunan karyawan? Apakah perusahaan wajib memberikan bonus tahunan kepada karyawan yang telah bekerja dan memberikan jasanya ke perusahaan? Lalu apakah ada peraturan pemerintah yang mengatur hal ini?

Masalah bonus ini memang agak berbeda dengan gaji/upah atau pun insentif yang diterima karyawan setiap bulannya. Pada praktek nya, perusahaan dapat menentukan sendiri berapa nilai bonus tahunan yang akan diberikan ke karyawan atau apakah ada bonus tahunan yang akan diberikan. Dengan kata lain, menghitung bonus tahunan karyawan ini sesuai dengan kebijakan perusahaan yang ada.

Didalam UU Ketenagakerjaan Indonesia yang berlaku saat ini tidak ada peraturan khusus dari cara menghitung bonus tahunan karyawan. Namun, dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah, Bonus dapat dikelompokkan dalam komponen non-upah reguler. Bonus dapat dikatakan sebagai pembayaran yang diterima karyawan dari hasil laba perusahaan atau apabila karyawan telah memberikan kinerja yang lebih besar dari target yang sudah ditetapkan.

Dalam menghitung bonus tahunan karyawan, faktor-faktor seperti masa kerja, level jabatan, dan departemen menjadi pertimbangannya. Idealnya, semakin lama seorang karyawan bekerja di perusahaan dan semakin tinggi level jabatannya, maka jumlah bonus tahunan yang didapatkan akan lebih besar. Biasanya bonus tahunan karyawan tersebut diberikan untuk departmen produksi, non produksi dan supporting. Selain itu, faktor seperti sanksi yang pernah diberikan kepada karyawan, baik itu berupa surat peringatan hingga skorsing dapat menjadi pertimbangan dalam memberikan bonus tahunan untuk karyawan.

Dari berbagai faktor yang sudah ada, maka cara menghitung bonus tahunan karyawan adalah:

Bonus tahunan: (poin masa kerja x level jabatan x departemen x gaji) x sanksi

Lalu, bagaimana cara menentukan nilai poin dari masa kerja, level jabatan, departemen, dan sanksi tersebut?

Bonus Tahunan = (Poin Masa Kerja x Level Jabatan x Departemen x Gaji) x Sanksi Surat Peringatan

1. Masa Kerja

Tahun keNorma PoinKeterangan
<1 tahunProrataRumus prorata = (gaji : 12) x masa kerja
1 tahun – <2 tahun90%Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran
2 tahun – <4 tahun100%Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran
4 tahun – <6 tahun110%Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran
6 tahun – <8 tahun120%Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran
8 tahun – <10 tahun130%Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran
>10 tahun140%Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran

2. Level Jabatan

LevelPoinKeterangan
Operator pelaksanaan80%Posisi karyawan terendah
Foreman90%
Supervisor100%
Superintendent110%
Manajer120%Posisi karyawan tertinggi

3. Katagori Departemen

DepartemenPoinKeterangan
Produksi120%Katagori berat
Non-produksi110%Katagori sedang
Supporting100%Katagori ringan

4. Sanksi Surat Peringatan

SanksiBobotKeterangan
Tanpa sanksi100%Pernah atau sedang menjalani
SP I90%Pernah atau sedang menjalani
SP II80%Pernah atau sedang menjalani
SP III70%Pernah atau sedang menjalani
Skorsing 3 bulan60%Pernah atau sedang menjalani
Skorsing 6 bulan50%Pernah atau sedang menjalani


Contoh:

Jika perusahaan Anda memiliki karyawan seperti dalam daftar di bawah ini, bagaimana perhitungan bonus akhir tahun 2017?

NamaLevel JabatanGaji (/bulan)Masa kerjaKatagoriSanksiKeterangan
BudiOperator pelaksana/BuruhRp 2 juta>2 thRinganSP ISedang menjalani
AndyForeman/HRDRp 4 juta<4 thSedangSkors 3 blnPernah mengalami
CynthiaSupervisor/MarketingRp 7 juta>6 thBerat
DeviSuperintendent/FinanceRp 10 juta<8 thSedang
EdwinManajer/ProduksiRp 15 juta>10 thBerat


Maka cara menghitung bonus tahunan karyawan adalah sebagai berikut:

NamaRumusJumlah
Budi(2.000.000 x 110% x 80% x 100%) x 90%Rp 1.584.000
Andy(4.000.000 x 110% x 90% x 110%) x 60%Rp 2.613.600
Cynthia(7.000.000 x130% x 100% x 120%) x 100%Rp 8.400.000
Devi(10.000.000 x 130% x 110% x 110%) x 100%Rp 12.100.000
Edwin(15.000.000 x 140% x 120% x 120%) x 100%Rp 30.240.000

Demikianlah cara menghitung bonus tahunan karyawan. Apakah perusahaan Anda sudah menerapkan hal ini? Anda bisa tinggalkan koment di bawah ya. Namun, kembali ke kebijakan perusahaan, maka perusahaan dapat menentukan sendiri bonus yang didapatkan oleh karyawan atau bonus yang akan diberikan oleh perusahaan.

Apakah Anda membutuhan software untuk dapat menghitung gaji/upah, lembur, tunjangan dan bonus-bonus yang akan didapatkan oleh karyawan? Kami menyediakan software payroll atau HRIS untuk perusahaan dengan module yang lengkap dan dapat digunakan tanpa ada batasan perusahaan dan karyawan. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Kami adalah konsultan software ERP dan software akuntansi, software payroll/HRIS dan juga web design untuk berbagai perusahaan di Indonesia. Kami melayani pelanggan untuk seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Batam, Padang, Jambi, Medan, Bengkulu, Palembang, Bangka Belitung, Riau, Jakarta Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Lombok, Manado, Makassar sampai dengan Papua. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email ke info@akuntanesia.net atau telp ke 081995302077 dengan tim kami yang siap membantu Anda. Demikianlah cara menghitung bonus tahunan karyawan.

Perhitungan dan Peraturan THR 2018

Idul Fitri hampir tiba. Hal yang paling ditunggu oleh karyawan adalah libur hari raya dan juga tunjangan hari raya atau THR. Nah, bagaimana sih Perhitungan dan Peraturan THR 2018 yang sesungguhnya menurut Menteri Ketenagakerjaan? Hal-hal apa saja yang perlu perusahaan dan karyawan ketahui mengenai THR?

Ketentuan mengenai tunjangan hari raya ( THR) ini sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang mana setiap perusahaan wajib membayarkan tunjangan hari raya (THR) para pekerjanya maksimal satu minggu sebelum hari raya. Selain itu, peraturan menteri tersebut juga mengatur besaran THR yang harusnya didapatkan pekerja. Pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau 1 tahun secara terus menerus akan diberikan THR sebesar satu bulan upah. Upah satu bulan tersebut mencakup upah pokok atau gaji poko dan juga termasuk tunjangan tetap.

Sedangkan bagi pekerja/karyawan yang sudah bekerja lebih dari 1 bulan namun belum mencapai 12 bulan bekerja, maka THR-nya akan diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan. Perhitunganya itu adalah masa kerja dibagi 12 bulan dikali 1 bulan gaji. Sementara itu, bagi pekerja harian lepas yang sudah bekerja selama 12 bulan atau lebih, besaran THR-nya berdasarkan gaji 1 bulan yang dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Kemudian, bagi pekerja lepas yang bekerja kurang dari 12 bulan, gaji 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata gaji yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Misalnya:
Budi telah bekerja sebagai staf marketing selama 1 tahun lebih di PT. ABC. Gaji pokok yang didapatkan oleh Budi adalah 3 juta, selain itu Budi juga mendapatkan tunjangan tetap berupa tunjangan makan 300.000 dan tunjangan transport 200.000. Maka perhitungan THR yang didapatkan Budi adalah:
Masa kerja > 12 bulan/1 tahun
Gaji pokok Rp. 3.000.000,
Tunjangan tetap berupa Tunjangan Makan Rp.300.000,- dan Tunjangan Transport Rp. 200.000,-
Maka THR yang seharusnya didapatkan oleh Budi adalah Gaji Pokok + Tunjangan Tetap
Rp. 3.000.000 + (Rp. 300.000 + Rp. 200.000) = Rp. 3.500.000,-

Selain menjelaskan THR yang didapatkan oleh pekerja/karyawan, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tersebut juga menekankan bahwa Kemenaker akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang terlambat atau tidak membayarkan THR kepada para pekerjanya. Perusahaan yang melanggar ketentuan tersebut akan dikenai denda dan sanksi administratif. Perusahaan akan dikenakan denda 5 persen dari total THR dengan tetap wajib membayar THR, teguran tertulis, dan pembatasan kegiatan usaha.

Pekerja/karyawan yang telat ataupun tidak mendapatkan THR dari perusahaan tempatnya bekerja bisa melaporkannya ke posko THR yang didirikan Kemenaker atau menghubungi nomor 0215260488, Whatsapp 082246610100, dan e-mail poskothr@kemnaker.go.id.

Demikian informasi mengenai Perhitungan dan Peraturan THR 2018. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami kembali. Kami adalah konsultan ERP, software akuntansi, software payroll/HR  dan juga web design yang siap membantu Anda.